• Greenpeace: Merek-merek Besar Dunia Masih Dipasok Perusahaan Sawit Nakal

    Greenpeace International menemukan bahwa perusahaan-perusahaan dengan merek-merek terkenal di dunia masih menggunakan minyak kelapa sawit dari perusahaan-perusahaan yang merusak hutan di Indonesia.

  • Ramai-ramai Merusak Karst Lindung

    Sejumlah perusahaan merusak kawasan lindung bentang alam karst di selatan Yogyakarta untuk proyek properti. Keraton Yogyakarta memfasilitasi terbitnya izin sewa pakai di atas tanah yang berstatus milik keraton atau Sultan Ground tersebut.

  • Generasi Muda Masih Percaya Politik

    Hasil analisis Orb Media terhadap berbagai survei menunjukkan anak-anak muda di dunia cenderung memilih protes jalanan ketimbang masuk menggunakan hak pilihnya. Bagaimana dengan Indonesia?

  • Para Penggerus Sabo Merapi

    PT Surya Karya Setiabudi diduga mengakali izin penambangan pasir di lokasi terlarang yang menggerus kekokohan sabo lahar Gunung Merapi. Keselamatan ribuan warga di sekitar Merapi terancam.

  • Jagoan Merah Putih di Asian Games 2018

    Tempo menggali kelebihan lima atlet andalan ini untuk tahu kenapa mereka layak dijagokan di Asian Games 2018.

  • WTP dengan 1.001 Masalah

    BADAN Pemeriksa Keuangan memberikan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan pemerintah DKI Jakarta tahun 2017. Predikat tertinggi dalam audit keuangan ini masih menyimpan beragam masalah, terutama pengelolaan aset, yang membuat DKI Jakarta tak pernah mencapai predikat ini selama 2013-2016. Tempo menemukan banyak aset hilang dan terancam lepas karena pencatatannya amburadul.

  • Menghadapi Penuaan Populasi

    Survei berskala global menunjukkan kesejahteraan lansia dipengaruhi cara pandang sebuah masyarakat terhadap penuaan. Bagaimana dengan kita?

  • Kopi, dari Kebun sampai ke Cangkir

    Cerita lengkap tentang kopi, mulai dari pertanian, perdagangan, bisnis kedai hingga trik menyeduh

  • Kematian Samson, Pertanda Badak Jawa Kian Terancam

    Perlu tempat populasi baru selain di Taman Nasional Ujung Kulon agar badak jawa tidak punah.

  • Perkara di Khatulistiwa

    Letaknya tepat di garis khatulistiwa, sekitar 36 ribu kilometer di atas Sulawesi. Orbit 123 derajat bujur timur itu menjadi incaran banyak negara dan perusahaan karena satelit bergerak yang diletakkan di situ bisa menjangkau hingga ke Cina dan India. Dalam upaya menyelamatkan orbit yang kosong setelah ditinggalkan satelit Garuda-1 tersebut, pemerintah malah digugat oleh Avanti Communications, perusahaan penyedia satelit asal London. Avianti menggugat pemerintah dengan tuduhan wanprestasi kontrak sewa satelit. Pemerintah diminta membayar ganti rugi sebesar Rp 237 miliar.