• BERBURU ULAYAT DI HUTAN SUMBAWA

    Masyarakat adat Cek Bocek Selesek Reen Suri di Sumbawa Besar dua belas tahun berjuang mendapatkan hak tanah ulayat. Pemerintah menuding perjuangan itu tak murni.

  • OBRAL IZIN SEKOLAH DOKTER

    MENTERI Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menerbitkan izin penyelenggaraan pendidikan dokter bagi lima perguruan tinggi yang tak layak, Mei lalu. Dia mengabaikan aturan dan rekomendasi tim evaluasi bentukannya sendiri. Ada jejak lobi pembesar seputar keputusan tersebut. Nama Jusuf Kalla dan Susilo Bambang Yudhoyono disebut-sebut.

  • UJIAN NASIONALISME WARGA PERBATASAN KALIMANTAN

    Kesaksian dari para penduduk perbatasan tentang alasan mereka memiliki KTP Indonesia dan Malaysia. Ujian nasionalisme di tengah banjirnya fasilitas dan tunjangan dari pemerintah Negeri Jiran.

  • DI BALIK AKSI BRUTAL JAKMANIA

    Pendukung klub sepakbola Persija Jakarta kerap mengekspresikan diri dengan kekerasan. Mereka teralienasi dari gemerlap Ibu Kota.

  • ADA APA DENGAN PIZZA?

    Investigasi bersama Tempo dan BBC Indonesia menemukan dugaan penggunaan bahan kedaluwarsa di restoran waralaba kelas dunia: Pizza Hut dan Marugame Udon.

  • Siasat di Balik Suap Reklamasi

    Ada empat siasat DPRD mengakali aturan-aturan reklamasi, yang saling tabrak dan keliru.

  • Jejak Korupsi Global dari Panama

    Jutaan dokumen finansial dari sebuah firma hukum asal Panama, bocor dan mengungkapkan bagaimana jejaring korupsi dan kejahatan pajak para kepala negara, agen rahasia, pesohor sampai buronan, disembunyikan di surga bebas pajak.

  • Selamat Malam, Pagi...

    Gerhana matahari total menyapu dari pesisir barat hingga timur Indonesia. Hari yang baru memasuki pagi kembali gelap-gulita. Jadi obyek riset sekaligus wisata besar-besaran. Sejumlah daerah, layaknya merayakan ulang tahun kota, menggelar pesta.

  • Jejak Pembantai Satwa Langka

    PEMBURU membantai gajah dan harimau Sumatera di Aceh demi gading dan kulit yang berharga mahal. Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka, tentara, dan polisi disebut terlibat.

  • Vaksin Minta Tumbal, Dokter Mochtar Dipenggal

    3 JULI 1945. Achmad Mochtar, ilmuwan dan dokter terkemuka pribumi yang mengepalai Laboratorium Eijkman di Jakarta, dihukum pancung polisi militer Jepang. Ia dituduh telah mencemarkan vaksin tipus dengan tetanus, sehingga menewaskan hampir 400 romusha di kamp Klender. Inilah kisahnya.