Ancaman Teror Sel ISIS

Kendaraan militer Pasukan Mobilisasi Khusus Syiah (PMF) bersama tentara Irak berkumpul saat akan menyerang militan ISIS di pinggiran Taljauh, Irak. (Reuters)

Scroll

Anggota ISIS mengibarkan bendera di Raqqa, 29 Juni 2014. (Reuters)

Para kombatan ISIS berasal dari sejumlah negara, seperti Turki, Tajikistan, Azerbaijan, Rusia, Prancis, Jerman, dan beberapa negara di Asia. Para tahanan itu berharap bisa segera pulang. Tapi pemerintah Irak masih melakukan verifikasi. 

Di daerah perbatasan Irak dan Suriah, ratusan pembelot ISIS bersesakan. Mereka juga berharap bisa kabur ke negara lain atau pulang ke negara asal setelah ISIS kehilangan wilayah. Sekitar 85 persen wilayah Suriah diklaim terbebas dari ISIS. Sedangkan di Irak tinggal beberapa kota yang belum dibebaskan, setelah Mosul dan Tal Afar yang menjadi benteng ISIS dikalahkan.  

Namun popularitas ISIS dalam 10 tahun terus meningkat. Buktinya,  ribuan orang menjadi milisi—atau sekadar simpatisan--di sejumlah negara. Rekrutmen dilakukan melalui media sosial ataupun pendekatan individu. Inilah sumber kekhawatiran akan munculnya sel baru ISIS.

Telusuri data peta interaktif dengan mouse Anda:

Alasan Bergabung dengan ISIS

Hal yang ditemui setelah bergabung dengan ISIS
Deportan ISIS di antara 17 WNI. Mereka kabur dari Raqqa dan berkumpul di Kamp Ain Issa, Suriah.

Nurshadrina

”Kehidupan di bawah kendali ISIS jauh berbeda ketimbang utopia masyarakat Islam yang mereka ingin jalani.”

Dwi Djoko Wiwoho

“Tidak ada sekolah gratis. Gampang sekali mengecap kafir orang.”

Difansa

“ISIS hanya memikirkan tiga hal: kekuasaan, harta, dan wanita. Sampai di sana, para wanita dikejar-kejar masalah yang disebut jihad nikah.”

Sumber Pendanaan ISIS 

Sebaran Serangan Teror Skala Besar di Dunia