Euforia Harbolnas: Omzet Belanja Online Kian Melejit

Suasana gudang toko online Lazada, 12 Desember 2017. Tempo/Tony Hartawan.

Scroll

Ketua Pelaksana Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017, Achmad Alkatiri, menyatakan tahun depan omzet acara ini bakal melampaui Rp 4,6 triliun. "Bayangkan jika Harbolnas 2018 juga dinantikan oleh warga Malaysia, Singapura, dan Thailand," kata dia, Rabu 13 Desember lalu.

 

Jumlah E-Commerce yang Ikut Harbolnas

Meski belum mendapatkan angka pasti, Achmad mengklaim pergelaran Harbolnas 2017 sukses besar. Secara kasatmata dia melihat traffic kunjungan dan transaksi pesta diskon yang digelar sehari penuh kemarin melonjak pesat dibanding tahun lalu. "Grafiknya sangat curam. Angka pastinya tunggu hasil riset Nielsen, 19 Desember nanti," kata dia.

 

Nilai Transaksi E-Commerce Indonesia

Tahun depan, kata Achmad, selain memperbanyak peserta e-commerce, panitia bakal membuka akses bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah aktif berpartisipasi menjajakan dagangannya. Panitia Harbolnas sudah memilih 300 usaha kecil dari Makassar, Medan, dan Surabaya agar diberikan lapak khusus tahun depan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akan mendukung inisiatif pelaku e-commerce dalam mempopulerkan sistem perdagangan online. Dengan modal penduduk dengan usia produktif, dia yakin industri e-commerce Tanah Air bakal menjadi yang terbesar di dunia. 

 

Nilai Transaksi E-Commerce Dunia

Pemerintah sekarang berfokus pada implementasi peta jalan e-commerce nasional yang berorientasi pada pendanaan, tenaga kerja, dan infrastruktur. "Koneksi Internet cepat dari Palapa Ring juga terus kami kebut."

 

Upaya Mengerek E-Commerce

                                                                       

Chief Executive Officer Bukalapak, Ahmad Zaky, mengatakan pernyataan pemerintah yang bakal memajaki e-commerce kontradiktif dengan semangat pembangunan. Sebab, hingga saat ini justru lebih banyak orang yang mencoba peruntungan berdagang di media sosial. "Tidak adil, dong," katanya.

 

E-Commerce dengan Trafik Transaksi Tertinggi di Indonesia

Adapun Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia, Aulia Marinto, mengatakan pemerintah lebih baik berfokus ke sebaran akses Internet terlebih dahulu. Menurut dia, saat ini, dari 100 juta pemilik telepon seluler pintar, hanya 10 persen yang aktif menggunakan Internet, antara lain untuk akses belanja selama Harbolnas. Ketua Umum Asosiasi UKM Indonesia, Ikhsan Ingratubun, mengatakan saat ini pelaku UKM lebih kesulitan mengakses modal ketimbang pendidikan akses digital.

 

Penetrasi Telepon Seluler Pintar di Dunia

 

ANDI IBNU (KORAN TEMPO EDISI 14 DESEMBER 2017)

Sumber: Nielsen, Kementrian Koordinator Perekonomian, Kementrian Komunikasi dan Informatika, Alibaba, Idea, Nomura Research, Similarweb.