Kisruh Persiapan Asian Games 2018, Ini Penyebabnya

Suasana stadiun Gelora Bung Karno, Jakarta. (ANTARA)

Scroll

Jakabaring Sports City, salah satu lokasi Asian Games di Palembang, Sumatera Selatan. (ANTARA)

Sepuluh hari menjelang uji coba Asian Games 2018, yang berlangsung 8-15 Februari lalu, mendadak panitia penyelenggara meminta turnamen bola basket dipindahkan dari Istana Olahraga (Istora) ke Hall Basket Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno. Penyebabnya, parquet atau pelapis lapangan yang mereka pesan dari Prancis telat datang.

Pengelola Gelora Bung Karno sempat menolak. “Renovasi Hall Basket belum rampung karena memang tidak disiapkan untuk Asian Games,” ujar Winarto, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno, kepada Tempo, Rabu pekan lalu. Papan skor dan lampu di gelanggang berkapasitas 2.920 penonton itu belum terpasang. Dengan alasan mempertahankan nilai sejarahnya, hall yang dibangun pada 1960-an itu juga tidak berpenyejuk udara.

Namun Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 Indonesia (Inasgoc) tak punya pilihan. Mereka menambal kekurangan di Hall Basket, lengkap dengan generator pembangkit daya. Pada hari ketiga uji coba bola basket putra, sistem kelistrikan itu jadi biang kerok. Sabtu dua pekan lalu, pukul 13.30, asap hitam membubung dari satu sudut gelanggang akibat korsleting. Meski tidak ada korban, insiden itu membuat pertandingan India melawan Timor Leste dan Indonesia versus Thailand tertunda 24 jam.

Insiden dalam Invitation Tournament, nama resmi ajang itu, adalah satu dari sederet persoalan yang mungkin muncul di Asian Games 2018  pada 18 Agustus-2 September mendatang. Masalah terbesar adalah transportasi. Dewan Olimpiade Asia (OCA) memberi tenggat 30 menit bagi panitia untuk mengantar-jemput atlet dan ofisial dari wisma atlet ke tempat bertanding. Ini tidak menjadi masalah di Palembang karena penginapan dan gelanggang berada di kompleks yang sama, Jakabaring Sport Center. Namun setengah jam menembus 24 kilometer antara wisma atlet di Kemayoran dan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari dan jam kerja adalah hal yang mustahil.

Menjelang pertandingan perdana di ajang uji coba, Kamis petang dua pekan lalu, tim basket Timor Leste butuh sekitar satu jam perjalanan. Voorrijder tak berdaya mengurai padatnya kerumunan kendaraan Ibu Kota. “Perjalanan tadi melelahkan,” kata Joao de Araujo Soares, 36 tahun, kapten tim. Selanjutnya, Soares cs digasak Indonesia 30-135.

Untuk menghindari macet, panitia meminta atlet dan ofisial berangkat lebih awal. “Jujur, waktu istirahat jadi berkurang,” ujar Samsul Jais, pelatih voli indoor putra Indonesia.

Ketua Inasgoc Erick Thohir mengatakan pencapaian target 30 menit dari Kemayoran ke Gelora Bung Karno dan Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah membutuhkan reduksi tingkat kemacetan 30 persen. Penurunan 20 persen, dia melanjutkan, tercapai saat liburan sekolah. “Harus dilakukan langkah-langkah ekstrem, misalnya meliburkan sekolah,” ujar Erick. Sisanya dengan mengatur jam masuk kantor selama Asian Games di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sedang menggodok usul tersebut. Mantan Menteri Pendidikan Nasional itu menolak istilah libur sekolah. Menurut dia, istilahnya adalah penugasan belajar di rumah. “Intinya mengelola kesibukan warga sehingga event kelas dunia ini tidak terganggu,” ujarnya Kamis pekan lalu.

Wisma atlet tidak lepas dari kritik. Christian Ronaldo Sitepu, kapten tim basket putra Indonesia, mengatakan tempat tidurnya kelewat sempit. “Ngepas banget. Tidak bisa bergerak,” ujar Dodo, panggilannya, 31 tahun. Maklum, tinggi pemain berposisi center itu dua meter, sementara ukuran kasur 90 x 210 sentimeter. Panitia menanggapi keluhan itu dengan memberi dipan tambahan sehingga panjang kasur para atlet jangkung mencapai 243 sentimeter.

Ada juga potensi masalah di luar ajang uji coba. Misalnya kuda yang jadi panik saat mencium bau darah. Hal itu sangat mungkin terjadi di Hari Raya Kurban, yang tahun ini jatuh pada 22 Agustus. Inasgoc dan pemerintah daerah mengklaim telah mensosialisasi larangan penyembelihan kurban di masjid-masjid dalam radius dua kilometer dari Pacuan Kuda Pulomas, venue enam nomor di Asian Games 2018. 

Wilayah itu mencakup empat kelurahan: Jati, Rawamangun, Kayu Putih, dan Pulogadung. “Hewan kurban warga akan dibawa ke Rumah Potong Dharma Jaya,” kata Ade Ahadiyat Priyadi, Lurah Kayu Putih. Hanya, sebagian pengurus masjid di sana belum menerima kabar itu. Misalnya di Masjid Al-Ilyas di Jalan Pulo Nangka Barat II dan Masjid At-Taubah di Jalan Pulomas II, yang berjarak kurang dari 800 meter dari Pacuan Kuda.

 

***

 

Persiapan Asian Games 2018 memang jauh dari ideal. Ibarat bersepak bola, Indonesia merupakan pemain cadangan yang masuk saat ketinggalan skor. Pada 2012, Hanoi terpilih sebagai tuan rumah mengalahkan Surabaya. Dua tahun kemudian, Dewan Olimpiade Asia menunjuk Jakarta dan Palembang sebagai tuan rumah setelah Vietnam lempar handuk karena tak sanggup membangun gelanggang dan fasilitas penunjang.

Indonesia menyiapkan sekitar Rp 25 triliun untuk pesta olahraga empat tahunan ini, termasuk biaya penyelenggaraan, renovasi gelanggang, serta pembangunan wisma atlet dan sistem kereta api ringan di Palembang. Namun, alih-alih ngebut, Inasgoc, yang terbentuk pada 2015, jalan di tempat. Malah Dodi Iswandi dan Anjas Rivai, masing-masing mantan sekretaris dan bekas bendahara Komite Olimpiade Indonesia dan Inasgoc, divonis empat tahun penjara Oktober tahun lalu karena penyelewengan dana sosialisasi Asian Games.

Dikejar tenggat, Presiden Joko Widodo menugasi Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Pengarah Inasgoc menggantikannya, sejak Maret 2017. Hal pertama yang Kalla lakukan adalah merampingkan organisasi. Dewan penanggung jawab dan pelaksana dia babat, menyisakan pengarah dan penyelenggara, yang tetap dipimpin Ketua Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir. “Dulu, susunan panitia hanya untuk memuaskan semua pihak. Padahal yang dibutuhkan orang-orang yang bisa bekerja penuh waktu,” kata Kalla kepada Tempo

Dia memanggil pulang Letnan Jenderal Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin yang sedang kuliah strategi di NATO School di Oberammergau, Jerman, sebagai pendamping Erick, dan menempatkan Marsekal Madya Purnawirawan Eris Herryanto sebagai sekretaris jenderal.

Kalla juga memberi garis batas di antara tiga penanggung jawab: Inasgoc di penyelenggaraan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di persiapan infrastruktur, sementara Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia di pencapaian prestasi. Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga merupakan Ketua Dewan Penanggung Jawab Inasgoc. Kalla menilai tumpang-tindih tanggung jawab menjadi penyebab mandeknya kerja panitia, di samping anggaran yang baru nongol pada 2017.

Selanjutnya, Kalla memotong rancangan anggaran Inasgoc, dari Rp 8,7 triliun menjadi Rp 4,5 triliun. Dia beralasan penyelenggaraan Asian Games Guangzhou 2010 dan Incheon 2014 menghabiskan dana sekitar Rp 5,4 triliun. Di samping dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, panitia ditargetkan menggaet dana sponsor sampai Rp 1 triliun atau sekitar 20 persen dari total biaya penyelenggaraan. 

“Awalnya sulit mencari sponsor,” ujar Francis Wanandi, Deputi Pendanaan Inasgoc. Menurut Francis, perusahaan ragu karena Indonesia belum berpengalaman menyelenggarakan pesta multi-event olahraga terbesar setelah Olimpiade itu, sementara nilai investasi mencapai puluhan miliar rupiah. Terlebih, perhatian publik tahun ini juga terpecah ke pemilihan kepala daerah serentak dan Piala Dunia Sepak Bola di Rusia. Hingga pertengahan tahun lalu, cuma ada sponsor asing mitra OCA.

Kalla pun turun tangan. Dia mengumpulkan sederet perusahaan di Kantor Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, lalu menanyakan kesediaan mereka satu per satu untuk urunan. Sumber yang mengetahui isi pertemuan tersebut mengatakan Go-Jek, perusahaan transportasi online yang berbasis di Jakarta, disodori harga US$ 15 juta (sekitar Rp 202 miliar) untuk menjadi sponsor prestise atau kelas utama. Go-Jek menolak dengan alasan kompensasi yang panitia berikan tidak cukup terukur. “Go-Jek tidak mau berkomentar terkait itu,” ujar Nila Marita Indreswari, Direktur Corporate Affairs PT Go-Jek Indonesia.

Menurut Kalla, perannya sebatas memberi jaminan akuntabilitas penggunaan dana tersebut. “Ya, semua kumpul di sini. Ada yang satu per satu. Ada yang dua, tiga orang. Setelah itu, selesai semua,” katanya. Dalam lobi-lobinya, Kalla mengusung nasionalisme dan tingkat keterjangkauan siaran Asian Games, yang ditonton empat miliar orang.

Acara hitung mundur setahun menjelang Asian Games di Monumen Nasional pada 18 Agustus 2017 menjadi titik balik sponsorship. “Orang melihat persiapan Indonesia serius,” ujar Francis. Enam badan usaha milik negara, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Telekomunikasi Seluler Indonesia (Telkomsel) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Pertamina (Persero) Tbk, teken kontrak pada Oktober tahun lalu. 

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan sponsorship yang dilakukan BUMN menjadi branding perusahaan. Karena itu, BUMN yang menjadi sponsor Asian Games 2018 adalah perusahaan yang mempunyai aktivitas dan produk yang dijual tak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia. “Perbankan pun adalah bank-bank yang punya cabang di Hong Kong dan Singapura,” ujarnya saat penandatanganan kerja sama dengan Inasgoc.

Kemudian sponsor swasta berdatangan, termasuk Grab, perusahaan angkutan online asal Malaysia. Kalla menyebutkan nilainya setara dengan Rp 135 miliar. Grab belum merespons permintaan wawancara Tempo. Namun, dalam situs perusahaannya, Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, mengatakan partisipasi mereka itu untuk mendekatkan konsumen dengan Asian Games.

Hingga pekan lalu, terkumpul Rp 1,1 triliun dana sponsor. Francis mengatakan jumlah itu belum termasuk sponsorship dalam bentuk barang dan jasa, misalnya penyediaan printer dari Canon dan kendaraan operasional dari Astra International. Meski telah memenuhi target Rp 1 triliun, Inasgoc masih membuka pintu kerja sama. “Awalnya sulit mendapatkan, sekarang kami malah menolak-nolak calon yang produknya sama dengan sponsor kami,” ujar Francis.

 

***

 

Dana tidak menjamin infrastruktur tersedia tepat waktu. Kementerian Pekerjaan Umum mulai bekerja pada Maret 2016, dengan membangun Perkampungan Atlet Kemayoran, tempat 15 ribu atlet dan ofisial menginap pada Agustus-September mendatang. Terdapat 7.426 unit--masing-masing dua kamar tidur--di sepuluh menara di lahan 10 hektare tersebut. Selanjutnya renovasi Gelora Bung Karno, tempat mayoritas pertandingan berlangsung.

Namun, enam bulan menjelang upacara pembukaan Asian Games, baru 75-80 persen gelanggang rampung. “Idealnya sudah siap sejak satu tahun sebelumnya,” kata Erick Thohir.

Turnamen uji coba cabang sepak bola terhambat oleh renovasi Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Patriot Candrabhaga Bekasi, dan Pakansari Cibinong, Bogor. Saat Tempo menyambangi Stadion Patriot, Selasa pekan lalu, puluhan pekerja sibuk mengganti rumput dan memperbaiki drainase. Mereka bekerja sejak tiga pekan lalu. Penyakit utama gelanggang yang dibangun enam tahun silam tersebut adalah genangan yang kerap muncul saat hujan.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Bekasi Tedi Hafni berdalih masalah administrasi menjadi penyebab keterlambatan renovasi. Satuan Tugas Infrastruktur Asian Games memberi mereka tenggat pada Juni mendatang. Pembenahan di stadion berkapasitas 31 ribu penonton itu juga menyentuh ruang ganti, papan skor, dan penomoran bangku.

Renovasi masih berlangsung di velodrom Rawamangun dan arena Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur. Kepala Dinas Olahraga DKI Jakarta Ratiyono mengatakan equestrian sudah rampung 98 persen, tinggal dipercantik. Sedangkan penyelesaian gelanggang balap sepeda di kisaran 76 persen. Kayu lintasan yang didatangkan dari Siberia, Rusia, masih dalam perjalanan. “Semua on schedule. Mungkin awal Juli selesai,” katanya.

Jakabaring Sport Center, Palembang, tuan rumah bagi 13 cabang olahraga Asian Games, setali tiga uang. Rabu pekan lalu, pekerja masih sibuk mengebut pembangunan arena voli pantai, panjat tebing, dan dayung. Adapun arena roller skate masih dalam tahap pematangan desain dan baru akan mulai dibangun akhir bulan ini. “Kontraktor diberi kesempatan menyelesaikannya dalam empat bulan,” ujar Baskoro, anggota Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sumatera Selatan. Hanya arena boling yang rapi jali. Venue yang baru dibangun dari bantuan Sinar Mas itu jadi tempat Kejuaraan Boling Nasional pekan depan, meski ada tanah ambles di area parkirnya.

Gelora Bung Karno, tempat 1.300 atlet dari 18 negara bertanding di delapan nomor dalam ajang uji coba, juga belum rapi. Dari arena panahan, misalnya, kita bisa melongok jemuran di bedeng pekerja di sebelah barat. Aspal dan trotoar masih boncel di sana-sini. “Penataan baru selesai seratus persen antara April dan Mei nanti,” ujar Winarto, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks GBK.

Bagian yang sudah mulus pun tidak luput dari pembongkaran. Misalnya arena lompat jauh di sisi timur Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang diresmikan Presiden Jokowi pada pertengahan bulan lalu. Awal pekan lalu, tim pemeriksa Asosiasi Atletik Asia (AAA) menilai tiga dari empat arena itu tidak layak pakai. Alasannya, membahayakan atlet, karena ujung bak pasir berdekatan dengan pagar besi pembatas tribun.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Tigor Tanjung mengatakan peringatan itu pernah disampaikan saat renovasi, tapi tidak diindahkan kontraktor karena terbentur status stadion sebagai cagar budaya. Kini, mereka merekayasanya dengan membangun ruang tambahan antara bak dan pagar dengan struktur sementara.

Stadion Akuatik GBK, yang diklaim sebagai gelanggang akuatik terbesar di Asia, juga masih menyisakan pekerjaan rumah. Andra Matin, arsitek pemugaran gelanggang tersebut, mengatakan ada beberapa rencana kerja yang belum terselesaikan di rentang waktu yang diberikan Kementerian Pekerjaan Umum, Agustus 2016-Oktober 2017. “Salah satunya langit-langit penutup rangka atap,” ujarnya kepada Tempo. Pekerjaan itu dijadwalkan berlangsung bulan depan dan dijanjikan selesai sebelum 18 Agustus.

Banyaknya utang pekerjaan di sisa waktu yang mepet tidak membuat Jusuf Kalla dag-dig-dug dengan penyelenggaraan Asian Games 2018. “Untuk catatan, di Olimpiade Rio 2016, ada pekerjaan yang masih berlangsung dua hari sebelum upacara pembukaan,” katanya, tersenyum.

Artikel dimuat di Majalah Tempo edisi 19-25 Februari.

Reza Maulana, Egi Adyatama, Angelina Anjar, Julnis Firmansyah (Jakarta), Adi Warsono (Bekasi), Ahmad Supardi, Parliza Hendrawan (Palembang). Multimedia: Sadika Hamid.