Danau Sunter dan Derita Waduk Jakarta

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiasti saat Festival Danau Sunter, Jakarta Utara, 25 Februari 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan.

Scroll

Warga mengambil gambar Waduk Pluit yang mengalami pendangkalan, Jakarta, 27 Februari 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

JAKARTA, 6 Maret 2018 -  Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno nekat merenangi Danau Sunter sisi timur dalam festival 25 Februari lalu, sembari adu cepat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Selepas berenang, Sandiaga memberi kesaksian bahwa kualitas air danau itu cukup baik. “Alhamdulillah sudah cukup baik. Saya tidak gatal-gatal,” kata dia. Sandiaga menambahkan, pihaknya akan mendorong perbaikan kualitas danau lainnya di Ibu Kota. 

Pekerjaan rumah Sandiaga bakal menumpuk. Menurut survei terakhir Dinas Lingkungan DKI tahun lalu, 57,75 persen danau, situ, dan waduk di Jakarta masih tercemar berat. Berikut hasil penelitian mereka.

 

Sumber pencemaran

 

Anggaran untuk danau/waduk/situ di Jakarta

Bakal Waduk Baru di Jakarta

Rencananya DKI Jakarta menambah sekitar 69,3 hektare waduk. Tapi, beberapa masalah menghadang sehingga pemerintah ibukota terancam tak mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan. 

Misalnya pembangunan Waduk Brigif di Jagakarsa, Jakarta Selatan, terhambat masalah pembebasan lahan. Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan, dari 11 hektare lahan untuk waduk, Dinas perlu membebaskan lagi sekitar 6.000 meter persegi lahan penduduk. Dinas membangun Waduk Brigif sejak April 2014. Saat ini, waduk itu belum berfungsi maksimal, meski telah menampung air.

Adapun pembangunan waduk Pondok Ranggon I, II, dan III di Cipayung, Jakarta Timur, menurut Teguh, terhambat keterbatasan alat berat. Alat keruk, misalnya, saat ini masih digunakan di Waduk Kampung Rambutan, Cimanggis, Pekayon, Jakarta Timur. “Tinggal kami keruk, tapi alatnya terbatas,” ucap Teguh.

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Wawancara. Penulis: Gangsar Parikesit, Irsyan Hasyim. Editor/Pengayaan Multimedia: Sadika Hamid.

Artikel ini sebelumnya dimuat di Koran Tempo Edisi 5 Maret 2018.