Melindungi Hutan Jawa

Sejumlah bangunan di Blok Cisadon, Kabupaten Bogor, 4 Maret 2018. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menyegel lahan seluas 368 hektare, dan akan melakukan penertiban dengan membongkar 60 vila. TEMPO/Avit Hidayat.

Scroll

Plang klaim kepemilikan lahan atas nama Dr Harris Arthur Hedar seluas 6 hektar di Cisadon, Desa Karang Tengah, Bogor. Sejumlah jenederal, pengusaha dan pengacara terlah menguasai lahan konservasi seluas 368,68 hektare di kawasan Resor Pemangkuan Hutan Cipayung-Megamendung dan RPH Babakan Madang, Bogor. TEMPO/Avit Hidayat.

Putusan Mahkamah Agung RI yang mengembalikan lahan seluas 368 hektare di Blok Cisadon, kawasan Puncak, Bogor, kepada negara seharusnya menjadi kabar baik bagi upaya penyelamatan hutan, khususnya di Pulau Jawa, yang luasnya terus berkurang.

"Kawasan hutan ini masuk wilayah Bopunjur,” kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indra Eksploitasia. Indra merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur yang memasukkan Blok Cisadon dalam kawasan konservasi air dan tanah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, serta memelihara kesuburan tanah.

Secara kumulatif, antara 2014 dan 2016, hutan lindung di Jawa mengalami penurunan tutupan. Di Jawa Barat, misalnya, luas hutan lahan kering berkurang signifikan, yaitu 14.331,50 hektare. Di Banten, hutan tanaman luasnya turun 386,76 hektare. Sedangkan di Jawa Tengah, luasnya turun 13.507,76 hektare.

Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hilman Nugroho, mengatakan kenyataannya memang terdapat penggunaan hutan lindung untuk pertanian, perkebunan, atau permukiman.

Hutan Lindung di Pulau Jawa

Berdasarkan penghitungan ulang oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung pada 2016, luas total kawasan hutan lindung di Pulau Jawa sekitar 698.368,56 hektare. Hutan lindung tersebar di berbagai provinsi.

Tutupan Hutan Lindung Pulau Jawa

Tidak semua kawasan yang telah ditetapkan sebagai hutan lindung berwujud hutan belantara. Sebagian di antaranya telah berubah menjadi kawasan pertanian dan permukiman. Di Jawa Barat, misalnya, pemanfaatan kawasan hutan lindung untuk permukiman meningkat seluas 168,81 hektare. Di Jawa Timur, peningkatan penggunaan pertanian lahan kering sekitar 7.808,25 hektare.

 

Teks: Afrilia Suryanis. Grafis: Sadika Hamid. Artikel ini sebelumnya dimuat di Koran Tempo Edisi 12 Maret 2018