Perjalanan Setya Novanto, mulai Bersaksi hingga 'Bernyanyi'

Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, 1 Februari 2018. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Scroll

Ekspresi terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto saat mendengarkan keterangan saksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, 29 Januari 2018. (TEMPO/Imam Sukamto)

Setya Novanto terus berusaha menyeret kolega-koleganya dalam skandal korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik alias e-KTP. Diperiksa sebagai terdakwa, bekas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu menuduh dua politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Puan Maharani dan Pramono Anung Wibowo, menerima aliran dana proyek senilai Rp 5,84 triliun tersebut.

Ketika Dewan membahas anggaran proyek pada 2010, Puan-kini Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan-memimpin Fraksi PDIP. Sedangkan Pramono duduk di kursi Wakil Ketua DPR. Pramono, yang kini menjadi Menteri Sekretaris Kabinet, membantah keterangan itu. "Saya enggak pernah ngomong satu kata pun yang berkaitan dengan e-KTP," ujarnya. Adapun Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, "Saya pastikan pernyataan Setya soal duit untuk Puan dan Pramono tak benar."

Simak perjalanan Setya mulai dari menjadi saksi hingga melontarkan tuduhan-tuduhan kepada sesama politikus ini. 



Teks: Sunudyantoro, Agoeng Wijaya
Pengayaan digital: Gadi Makitan
Terbit di Koran Tempo Edisi 23 dan 24 Maret 2018