Skandal Data Facebook: Kronologi, Pemain Kunci dan Kasus di 10 Negara.

Christopher Wylie, pengungkap skandal pencurian puluhan juta data pemilik akun di Facebook untuk kepentingan politik dan militer. (Channel 4 News/YouTube)

Scroll

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook.(Reuters/Robert Galbraith)

Facebook menghadapi tekanan gara-gara terungkapnya skandal kebocoran data 50 juta pengguna media sosial itu. Otoritas Amerika Serikat dan Inggris menyelidiki pengelola Facebook. Investor di pasar modal pun menarik diri sehingga valuasi saham perusahaan tergerus puluhan miliar dolar AS dalam tempo satu pekan.

Berdasarkan laporan The New York Times dan The Observer, perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica telah mencuri informasi dari 50 juta akun Facebook. Memanfaatkan data tersebut, Cambridge merancang peranti lunak guna memprediksi dan mempengaruhi pemilik suara dalam pemilihan presiden AS 2016.

Kecurangan itu terungkap berkat kesaksian Christopher Wylie. Mantan kepala peneliti Cambridge itu mengungkapkan kepada The Observer perihal perilaku Cambridge yang menggunakan informasi personal yang diambil tanpa izin pada awal 2014 untuk merancang iklan politik. “Kami membuat berbagai model untuk mengeksploitasi apa yang kami tahu tentang mereka (pengguna Facebook) dan menargetkan isi hati mereka,” kata Wylie.

Berikut sejumlah fakta tentang kasus kebocoran data Facebook ini. 

10 Negara yang Pernah Bekerja sama dengan SCL dan Cambridge

Selain di Amerika Serikat, dalam 25 tahun keberadaannya, SCL Group maupun anak usahanya, Cambridge Analytica, telah bekerja untuk klien politik dan militer di banyak negara. Laporan First Post pada Kamis lalu menyebutkan SCL dan Cambridge diduga membantu beberapa partai dan politikus di lebih dari 10 negara.


Enam Tokoh Kunci 

Inilah orang-orang yang terlibat dalam pusaran kasus kebocoran data Facebook.

TEKS: EFRI RITONGA/BERBAGAI SUMBER 
MULTIMEDIA: SADIKA HAMID
Artikel sebelumnya dimuat di Koran Tempo Edisi 26 Maret 2018