Sistem Kelistrikan Nasional: Di Sini Surplus, di Sana Byarpet

Gardu PLN. (TEMPO/Suryo Wibowo)

Scroll

Pekerja memeriksa kondisi aliran listrik di gardu induk Pamona, Sulwesi Tengah. (ANTARA/Muhammad Adimaja)

PT PLN (Persero) mencatat sistem kelistrikan besar seperti di Jawa-Bali mengalami surplus hingga 7.432 megawatt atau 29 persen di atas kebutuhan pada Agustus 2017. Ironisnya, ada empat daerah yang baru memiliki rasio elektrifikasi di bawah 70 persen atau masih ada 30 persen penduduknya yang tak menikmati daya listrik. Keempatnya adalah Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Papua, dan Nusa Tenggara Timur.

Sistem Kelistrikan Besar Nasional

PLN dan pemerintah pun mesti menyelesaikan dua tugas, yakni mengatasi risiko mubazirnya daya listrik serta memeratakan jaringan ke listrik seluruh wilayah. Kedua tugas ini tidak mudah. PLN tak bisa memaksa masyarakat membeli listrik berlebih untuk menekan surplus. Di daerah lain, PLN dan pemerintah harus menyambung jaringan ke daerah terpencil, seperti di pegunungan maupun di pulau-pulau terluar.

Berikut data-data terkini mengenai kondisi listrik nasional.

Rasio Elektrifikasi Nasional

Anggaran Listrik Desa

 

Provinsi dengan Rasio Elektrifikasi Terendah

Naskah: Robby Irfany
Sumber: PLN, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. 
Grafis: Sadika Hamid
Sebelumnya dimuat di Koran Tempo Edisi 9 April 2018