Akrobat Baru Pengendalian Harga Beras

Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)

Scroll

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengecek beras medium di gudang Perum Bulog, Jakarta, 9 Januari 2018. (TEMPO/Tony Hartawan)

KABINET Kerja bergerak cepat melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo pekan lalu agar para menteri menjaga stabilitas harga. Setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan rencana mandatori distribusi Premium di Jawa, Madura, dan Bali, giliran Kementerian Perdagangan—di bawah Kementerian Koordinator Perekonomian—akan memberlakukan pengaturan harga beras. 


(laju inflasi, harga beras, dan harga bahan bakar minyak non-subsidi)

Kemarin, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengumpulkan seluruh kementerian dan lembaga untuk mengatur rencana pengendalian harga beras. Tak hanya diikuti kementerian dan Perum Bulog, rapat juga mengundang manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Tabungan Negara Tbk. Pemerintah akan memanfaatkan jaringan kedua bank pelat merah ini dalam penjualan beras.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan Perhimpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan membantu operasi pasar beras. BTN, kata dia, akan memanfaatkan 35 ribu agen di penjuru daerah untuk ikut berjualan beras. “Kami siap berpartisipasi menjaga harga beras,” kata Maryono seusai rapat, Selasa, 10 April 2018. 

Pelibatan bank dalam pengendalian harga pangan ini merupakan langkah anyar setelah Kementerian Perdagangan bertekad menjalankan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) beras pada Jumat mendatang. Pengaturan harga yang diamanatkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47 Tahun 2017 ini sedianya berlaku sejak Minggu pekan lalu tapi tertangguhkan lantaran panen Februari dan Maret yang tertunda. “Seluruh pedagang beras di pasar tradisional wajib menjual beras medium,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Senin, 9 April 2018. 

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat beras medium kualitas I dihargai Rp 14 ribu per kilogram. Sedangkan kualitas II dijual Rp 12.950 per kilogram. Dalam HET, beras medium untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan dipatok Rp 9.450 per kilogram, dan premium Rp 12.800 per kilogram. 

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahja Widayanti, menegaskan, belum ada keputusan resmi dalam rapat kemarin. “Rencananya Kamis diambil keputusannya,” ujar Tjahja, kemarin. Menurut dia, pemerintah belum membuka opsi impor beras lantaran pasokan beras nasional saat ini dalam keadaan aman. “Kan sedang panen raya.” 


(Ketersediaan beras Januari-Maret dalam juta ton)


(jurang stok beras)

Teks: Chitra Paramaesti
Editor: Agoeng Wijaya
Kompilasi data: Andi Ibnu, Agoeng Wijaya
Sumber data: Badan Pusat Statistik, Bulog, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan
Grafis: Gadi Makitan