33 Proyek Pelabuhan Terbengkalai

Alat berat tengah melakukan pengerukan dasar laut saat pembangunan perluasan dermaga di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (19/2). (Tempo/Subekti)

Scroll

 

Suasana pelabuhan di area PT Pelabuhan (Persero) II, Tanjung Priok, Jakarta. (Dok. Tempo)

Jakarta, 27 April 2018 - Inspektorat Jenderal Kementrian Perhubungan mengungkapkan 33 proyek pembangunan pelabuhan sebagian mangkrak di tengah jalan. 

Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan sebagian pelabuhan tidak rampung dibangun. Ada pula yang selesai, namun tak bisa digunakan dengan semestinya. Pada kasus lain, bangunan berdiri tanpa akses jalan menuju pelabuhan. 

"Ini terjadi karena tidak ada perencanaan yang baik sejak awal, serta tak ada koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah," kata Wahju, Selasa 24 April 2018. 

Menanggapi temuan tersebut, Direktur Jenderal Pehubungan Laut Agus H. Purnomo mengatakan sedang berupaya merevitalisasi proyek 33 pelabuhan tersebut. "Kami sedang memetakan apakah proyek-proyek itu bisa dilanjutkan atau tidak," katanya kepada Tempo kemarin.

PETA PROYEK PELABUHAN YANG TERBENGKALAI


Data Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kementrian Pehubungan mencatat proyek di 14 provinsi tersebut mulai dilelang pada 2012. Seluruh proyek itu proyek itu menelan biaya sedikitnya Rp 1,66 triliun - termasuk rencana lanjutan dua tahun terakhir. Sebagian besar anggaran dialokasikan untuk pekerjaan konstruksi, seperti pembangunan fasilitas, rambu suar, hungga pengerukan kolam pelabuhan. Sisanya untuk jasa konsultasi penyusunan rencana induk, studi desain, survei alur laut, hingga supervisi.

TEKS: YOHANES PASKALIS PAE DALE | CHITRA PRAMESWARI | ANDI IBNU | AGOENG | ANTARA
MULTIMEDIA:  KRISNA ADHI PRADIPTA.