• Dokumen Rahasia AS Seputar Tragedi 1965

    Sebanyak 39 dokumen rahasia AS tentang tragedi 1965 dibuka ke publik pada 17 Oktober 2017 oleh lembaga nonprofit National Security Archive, National Declassification Center, dan lembaga negara National Archives and Records Administration. Dokumen tersebut berasal dari 30 ribu halaman kabel diplomatik Kedutaan Amerika di Jakarta dari 1964-1968. Berikut beberapa informasi penting yang terungkap, berdasarkan tanggal yang tertera di dokumen.

  • Di Balik Penangkapan Mafia Miras Kelas Kakap

    Polisi menangkap mafia penyelundupan minuman keras (miras) yang sudah beroperasi dalam 20 tahun terakhir. Diduga melibatkan perusahaan importir resmi.

  • Artefak Berusia 3,5 Abad di Jalur MRT

    Sebuah tembok besar berusia 3,5 abad menghadang pembangunan proyek MRT fase II Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan.

  • LBH Setelah Serbuan 17 September

    Sempat lumpuh hampir sepekan karena serbuan massa pada 17 September 2017 malam, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta mulai beraktivitas normal hingga kini. Sebagian kaca kantor yang sempat rusak mulai dibenahi. Berbagai kalangan turun tangan untuk membantu kantor pengacara publik itu. Serbuan ke LBH Jakarta tak menyurutkan lembaga itu untuk terus membantu mendampingi masyarakat kecil tanpa peduli latar belakangnya.

  • Ancaman Teror Sel ISIS

    Otoritas Irak menahan 1.400 perempuan dan anak-anak yang dicurigai sebagai bagian dari kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka berasal dari sejumlah negara, seperti Turki, Tajikistan, Azerbaijan, Rusia, Prancis, Jerman, dan beberapa negara di Asia. Para tahanan itu berharap bisa segera pulang. Tapi pemerintah Irak masih melakukan verifikasi.

  • PKI Bangkit Kembali?

    Isu kebangkitan PKI berembus sejak kampanye pemilihan presiden 2014. Setelah Joko Widodo terpilih, bahkan beredar desas-desus dia akan meminta maaf kepada keluarga PKI. Di berbagai daerah, polisi dan tentara mulai merazia atribut berbau komunis. Razia kian gencar setelah Lembaga Ketahanan Nasional memfasilitasi simposium yang membahas sejarah tragedi 1965 dan menggagas rekonsiliasi antarkorban.

  • Jalur-Jalur Mati Kereta Api

    Di masa kolonial, bisnis kereta api tumbuh secara masif di Hindia Belanda. Panjang rel kereta api terus tumbuh hingga lebih dari 7.000 kilometer. Kehidupan ekonomi menggeliat sejak rel dibangun. Tapi peran kereta api perlahan surut seiring dengan keberpihakan pemerintah Indonesia pada infrastruktur jalan raya. Belakangan Presiden Joko Widodo hendak mengaktifkan jalur-jalur mati dan membangun jaringan rel baru. Memperingati 150 tahun kehadiran kereta api di Indonesia, Tempo melakukan napak tilas di jalur-jalur mati dan rel baru yang dibangun sepeninggal Hindia Belanda.

  • Doktor Karbitan Universitas Negeri Jakarta

    KERJA sama program pendidikan strata tiga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan 12 perguruan tinggi negeri menuai sorotan. Program doktor di perguruan tinggi yang dijuluki Kampus Guru ini tak memiliki izin dan menerabas banyak aturan. Penelusuran Tempo menemukan terjadi banyak praktik lancung.

  • Jaringan Mafia Penjual Manusia

    Para Cukong di Malaysia membiayai penjualan manusia dari Nusa Tenggara Timur. Demi uang para TKI nekat menyelundupdan bekerja tanpa izin. Banyak yang disiksa, sebahagian pulang tanpa nyawa.

  • Berburu Ulayat di Hutan Sumbawa

    Masyarakat adat Cek Bocek Selesek Reen Suri di Sumbawa Besar dua belas tahun berjuang mendapatkan hak tanah ulayat. Pemerintah menuding perjuangan itu tak murni.