• Empat Raja Kapal Siluman

    Setelah pemerintah memberlakukan moratorium perizinan penangkapan ikan, ratusan kapal tak kembali ke pelabuhan pangkalan. Mereka pulang ke negara asal meski sebelumnya menggunakan bendera Merah Putih. Aneh, tapi hal itu justru membuktikan satu hal: selama ini mereka cuma berpura-pura menjadi kapal Indonesia untuk mengeruk ikan di laut Nusantara.

  • Senjakala Ketoprak Tobong

    Ketoprak tobong di ambang kepunahan. Hanya satu-dua yang bertahan di daerah-daerah. Seorang anak juragan sebuah kelompok ketoprak tobong di Yogyakarta menggelar pameran fotografi mengenai aktor-aktor ketoprak milik bapaknya di Horniman Museum and Garden, London, sampai April 2016, atas dukungan Art Council dan British Council.

  • Prahara Pajak Raja Otomotif

    Ribuan mobil produksi Toyota Motor Manufacturing Indonesia diekspor ke luar negeri dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Yang tak banyak diketahui orang, nilai ekspor itu di bawah biaya penjualan. Modus ini diduga merupakan strategi transfer pricing.

  • Tipu Muslihat Calon Abdi Negara

    Seorang guru honorer dari Kudus, Jawa Tengah, memelopori upaya membongkar tipu-tipu seputar pengangkatan calon pegawai negeri sipil di daerahnya. Tanpa kenal lelah dia mengumpulkan bukti demi bukti, dan melaporkannya ke polisi. Tapi dia malah mendapat ancaman pembunuhan.

  • Seleksi Serampangan Punggawa Penyiaran

    Pemilihan sembilan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia mengundang pertanyaan. Investigasi Tempo menemukan bukti bagaimana hasil uji kompetensi justru dikesampingkan. Menjelang pemilu, pemilik televisi yang punya kepentingan politik diuntungkan.

  • Melacak Jejak Si Molly

    Sejumlah bandar kakap yang ditangkap BNN dua bulan terakhir mengungkap satu fakta penting: Indonesia sudah masuk peta jaringan perdagangan global metilon dan puluhan jenis narkotik baru, yang diselundupkan dari Cina dan Eropa.