• Terlalu Terbiasa Mengandalkan Plastik

    Laporan Orb Media menunjukkan tingkat kecemasan dunia terhadap sampah plastik semakin meningkat. Namun, kegamangan itu terbentur ketergantungan manusia pada plastik

  • Pertarungan Buta Melawan Terorisme

    Mengubah ideologi bukan satu-satunya jalan menuju deradikalisasi. Hasil analisis Orb Media mengungkapkan hubungan sosial menjadi senjata yang lebih efektif untuk memerangi terorisme.

  • Vonis Mati Tak Buat Efek Jera

    Pelaksanaan hukuman mati di Indonesia terus mendapat sorotan. Dianggap tak efektif membuat kapok pelaku kejahatan.

  • Tragedi 1965 dan Kebencian LGBT Meminggirkan Lengger Lanang

    Seni Tari Lengger Lanang terancam punah. Meningkatnya sentimen negatif terhadap kelompok LGBT meresahkan penari warisan Banyumas ini untuk tampil secara bebas dan terbuka.

  • Vonis Mati Cela buat Makcik Ooi

    Seorang warga negara Malaysia divonis mati dengan tuduhan mengedarkan narkoba. Dalam sidang, tak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan dia dalam bisnis gelap itu.

  • Dokumen Pemeriksaan yang Menghilang

    Dalam perkara suap impor daging sapi, ada dokumen hasil pemeriksaan yang diduga tak disertakan dalam persidangan kasus tersebut. Mengungkap kesaksian anak buat Basuki tentang catatan duit buat petinggi polisi.

  • Bertanding Melampaui Keterbatasan

    Bagaimana cara berenang dengan hanya mengandalkan tangan? Atau berlari dengan kaki yang agak timpang? Dua atlet ini membuktikan, keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk berkompetisi

  • Sekutu Penggangsir Lembah Cipaku

    Kolaborasi investigasi Pikiran Rakyat dan Tempo yang disokong Free Press Unlimited menelusuri dugaan kongkalikong di balik perubahan fungsi lahan lindung di Kawasan Bandung Utara demi proyek kondotel

  • Greenpeace: Merek-merek Besar Dunia Masih Dipasok Perusahaan Sawit Nakal

    Greenpeace International menemukan bahwa perusahaan-perusahaan dengan merek-merek terkenal di dunia masih menggunakan minyak kelapa sawit dari perusahaan-perusahaan yang merusak hutan di Indonesia.

  • Ramai-ramai Merusak Karst Lindung

    Sejumlah perusahaan merusak kawasan lindung bentang alam karst di selatan Yogyakarta untuk proyek properti. Keraton Yogyakarta memfasilitasi terbitnya izin sewa pakai di atas tanah yang berstatus milik keraton atau Sultan Ground tersebut.